Canggu

Pantai Ada, Berkonsep Vintage, Apalagi Yang Dibutuhkan di Canggu?

Kawasan Canggu di Bali, kurang lebih sejam dari Kuta, tampaknya makin hidup akhir-akhir ini dengan sederetan kafe, resto dan warung-warung terbaru yang sekarang menghiasi tepian pantainya. Tidak hanya Old Man’s yang memberikan suasana mengenakan, ada salah satu tempat unik yang cantik yang tidak boleh kamu lewati: “saudara kandung” La Favela, La Laguna. Jalan sempit melintasi daerah pinggir yang “polos” serta kurang menarik nampaknya tidak menjanjikan. Namun tunggu, ada surprise menanti kamu di akhir jalan. Saat aroma pantai tercium, kamu bakal menemukan suatu surprise menyenangkan.

Dihiasi karavan gipsi bermacam-macam warna dan size di jalanan masuknya, La Laguna dari sisi keseluruhan menggunakan tema vintage eklektik pada taste berbeda, hal itu disebabkan lantaran digabungkan dengan kehidupan pantai yang relaxing. Letaknya ada tepat di pinggir Pantai Berawa (yang menjadi area favorit surfer), dengan ornamen antik dipadu shabby-island-chic, kamu dapat menyeruput kopi maupun minum koktail sambil nyantai sekaligus mendapat foto-foto bagus disini. Signature spot yang sering diabadikan di Resto La Laguna ini adalah satu jembatan kayu yang besar yang menghadap langsung ke pinggir Pantai Berawa. Lagi-lagi passion shabby-island begitu kuat terasa di sana, dengan kayu yang seolah-olah termakan usia lalu ditumbuhi tanaman rambat yang menjadikannya seperti berada di masa lalu.

Panorama laguna bisa kamu rasakan dari sini; sekawanan angsa serta bebek berenang dengan nyaman, “memikirkan masalah mereka sendiri”. Masalah kamu di sini ialah, pastinya, berfoto sampai puas, memotret berbagai angle yang memperlihatkan garis pantai dari kejauhan. Sebab pemandangan matahari terbenamnya dapat terlihat dengan nyata dari jembatan, maka kesempatan terbaik buat kongkow di La Laguna ialah ketika sore hari. Terlebih lagi, kala malam hari, tempat ini berevolusi jadi “gypsy camp” dengan beragam lampu berkelip cantik yang membuat mata tidak lepas pandangan dari sana.

Akan tetapi tempat yang jelita tersebut punya sedikit nilai negatif. Info yang saya dengar adalah bahwa review dari para travelers di beragam situs, La Laguna punya nilai negatif di sisi pelayanan stafnya. Normal bila masalah pelayanan jadi concern seluruh turis di Bali, pulau yang amat “menjunjung tinggi” rasa puas tamu-tamunya. Ketika tim kami berkunjung ke La Laguna, meskipun kualitasnya tak se-berkelas tempat lainnya di Bali, pelayanan yang disuguhkan staf tidak kelewat buruk. Tapi jelas saja, selalu ada ruang buat improvement. Akan tetapi soal suasana, kami mengaku, waktu seakan berhenti di tengah-tengah kecantikan La Laguna. Bila saja waktu tidak berbatas, kami tidak akan keberatan nyantai seharian diantara bantal-bantal indah di sofa.

One thought on “Pantai Ada, Berkonsep Vintage, Apalagi Yang Dibutuhkan di Canggu?

Leave a Reply

Your email address will not be published.